5 Kemampuan Strategis Komunikasi Bisnis Persuasif

5 Kemampuan Strategis Komunikasi Bisnis Persuasif


Komunikasi bisnis merupakan hubungan yang profesional di setiap aktivitas kerja sehari-hari. Komunikasi mutlak dibutuhkan pada setiap bidang kehidupan, terutama sangat menentukan kinerja dalam wilayah organisasi bisnis. Akan menyangkut seluruh sistem koordinasi yang terencana, dimana strategi penyaluran pesan sudah dirancang tepat sasaran.

Terdapat sejumlah strategi membentuk komunikasi dalam lingkup bisnis yang tengah berkembang. Seperti dikatakan Thill dan Bove dalam Excellence in Business Communications, komunikasi verbal memiliki sejumlah tujuan mendasar.

Antara lain mengarahkan informasi serta tugas-tugas khusus, meluruskan jalur percakapan sesuai tujuan organisasi, sarana ekspresi atau ungkapan emosi, mengendalikan atau mempengaruhi pemikiran hingga tindakan orang lain.

Lantas bagaimana aplikasi komunikasi bisnis untuk mencapai tujuan secara internal maupun eksternal bagi kemajuan roda usaha?


5 Strategi Komunikasi Efektif

Sebelumnya, apakah yang dimaksudkan dengan komunikasi bisnis menurut para ahli? Jika merujuk pada Curtis (1992:6), sebuah pola komunikasi efektif akan sangat berguna untuk menyelesaikan berbagai masalah dengan mengambil keputusan strategis.

Adapun kedudukan puncak para pemilik usaha tidak dapat berdiri sendiri. Semakin lama bisnis berjalan, semakin bergantung pada kecakapan tenaga kerja yang kredibel. Karenanya komunikasi efektif sangat diperlukan guna menjaga supaya ruang usaha bisnis tetap produktif sepanjang waktu.

1. Pengelolaan Manajemen

Komunikasi dua arah yang efektif akan menentukan sistem manajerial yang berjalan harmonis. Diantaranya mengatur pendelegasian job desk secara tepat dan bertanggung jawab.

Disisi lain fungsi kepemimpinan juga mempengaruhi semangat mencapai sasaran dan memupuk motivasi diri untuk terus berkembang. Seperti memberi kesempatan diskusi untuk saling bertukar ide serta beropini, saling berbagi informasi baik secara lisan maupun catatan tertulis.

Dalam proses menafsirkan pesan ini pun akan terlihat kemampuan mendengarkan (listening) dan juga membaca (reading) yang cepat tanggap terhadap masalah serta potensi solusinya.


2. Pengarahan Kerja Efektif

Kesalahan persepsi sering terjadi jika komunikasi tidak mencapai tahap kesepahaman. Komunikator harus tahu bagaimana menyampaikan pesan-pesan bisnis kepada bawahannya, kapan pesan-pesan itu disampaikan, dan kepada siapa pesan tersebut ditujukan.

Perlu diingat bahwa tidak semua tenaga kerja berpendidikan tinggi. Atau sanggup memahami kerumitan bahasa dalam dunia bisnis. Pengarahan atau instruksi kerja dapat menggunakan kalimat sederhana yang familiar. Suatu arahan lisan yang mudah dipahami tidak terlalu berbelit-belit sehingga dengan mudah dilupakan.

Sementara pada instruksi tertulis, misalkan lewat memo atau catatan surat, hanya berupa catatan ringkas saja. Tetapi dapat mencakup semua panduan yang mudah dipahami oleh penerima pesan tersebut.

3. Penyelesaian Krisis

Ada saatnya usaha bisnis menghadapi masa pasang-surut yang cukup meresahkan. Bisa disebabkan tajamnya persaingan dengan sejumlah kompetitor yang tengah berinovasi. Dalam rintangan inilah komunikasi bisnis harus dijalankan seefektif mungkin.

Pemahaman akar masalah semestinya diserap oleh semua staf kantor serta tenaga kerja lapangan. Karenanya pemilik usaha harus mengungkap pesan tersebut dengan ketepatan bahasa yang mudah dipahami semua orang. Tak ada salahnya pula menjadi pendengar yang baik atas saran, kritik, dan masukan tertentu.

  • Mengelola Emosi Dalam Krisis

Hanya saja seringkal faktor emosi turut bergejolak ketika berhadapan dengan persoalan internal. Gejolak emosional sangat berpengaruh pada pola komunikasi dari bawah ke atas. Bahkan semakin menyulut konflik baru karena ungkapan pesan dilakukan atas dasar tudingan serta saling menyalahkan.

Itulah contoh kekeliruan dari strategi komunikasi bisnis disaat perusahaan tengah menghadapi krisis. Semestinya bahasa krisis mampu menyentuh rasa emosional secara positif. Yang mana para tenaga kerja akan tergerak untuk berusaha meningkatkan kinerja, dalam rangka menyelamatkan tempatnya mencari nafkah.

4. Komunikasi Bisnis Persuasif

Kinerja tim kerja pemasaran selalu memegang peran yang strategis. Sebab marketing adalah pendorong tujuan bisnis kepada relasi eksternal terutama para pelanggan. Salah satu syarat kesuksesannya adalah kemampuan menangkap kebutuhan publik, serta berinteraksi untuk menawarkan layanan terbaik atas pemintaan produk barang dan jasa tertentu.

Komunikasi yang dilakukan oleh tim pemasaran lebih bersifat pendekatan persuasif. Selain kepada calon target konsumen, termasuk menjaga hubungan dengan sejumlah pelanggan tetap. Salurannya tidak begitu sulit, mengingat saat ini ada banyak sekali metode komunikasi pemasaran yang efektif.

Selain pendekatan langsung tentu saja memanfaatkan keunggulan teknologi internet khususnya online marketing. Namun bagaimana strategi mengelola komunikasi dua arah, sehingga mudah diterima oleh konsumen? Itulah kemampuan tim pemasaran untuk melesatkan target profit perusahaan melalui komunikasi bisnis yang persuasif.


5. Merawat Relasi Eksternal

Jangan lupa bahwa setiap usaha bisnis akan terkait erat dengan mitra kerja, pemodal usaha, bahkan juga kompetitor. Merawat hubungan komunikasi eksternal terbilang penting. Membuka jaringan yang seluas mungkin dapat melesatkan target usaha di waktu tertentu.

Sebab bisnis tidak hanya bergantung dari manajemen internal maupun para konsumen saja. Masih ada relasi dengan sejumlah mitra kerja terkait, maupun tanggung jawab terhadap investor atau pemodal.

Ada pula saatnya kalangan kompetitor bisa menjadi rekanan pada situasi tertentu. Komunikasi bisnis bertujuan meringankan ketegangan, mencegah salah paham serta antisipasi permusuhan. Jika berhasil merawat relasi ini, bukan mustahil jika mengadakan suatu event secara bersama-sama. Mengingat persaingan sehat dapat dilakukan secara kreatif dan inovatif.


Nah, demikian tadi sejumlah aplikasi penting mengenai deskripsi komunikasi bisnis persuasif. Dimana pertukaran pesan yang harmonis memang sangat menentukan kesuksesan suatu usaha bisnis.

Bayangkan saja bagaimana sistem manajemen bisa berjalan tanpa adanya koordinasi antara pemimpin dengan tenaga kerjanya. Atau ketika konsumen dengan mudah melupakan produk atau jasa yang pernah mereka dapatkan. Bahkan calon konsumen sama sekali tidak melirik usaha tersebut. Maka dari itu kemampuan komunikasi bisnis yaitu berbicara, mendengarkan, menulis, dan membaca, jangan sampai tercerabut dari jalinan relasi internal maupun eksternal. Demi mencapai tujuan akhir dari usaha bisnis yaitu kepercayaan dari konsumen.