Meraih Peluang Bisnis Internasional Melalui Buah Lokal

Meraih Peluang Bisnis Internasional Melalui Buah Lokal

Gerakan Revolusi Oranye, merupakan gerakan pengembangan buah nusantara dalam skala bisnis internasional. Gerakan ini sangat menarik sehingga didukung oleh pemerintah. Pasalnya, 12 komoditas buah unggulan akan dikembangkan untuk produk bisnis internasional. Dalam rangka meningkatkan komoditas buah-buahan ekspor yang diunggulkan.

Pengembangan berbagai jenis buah dalam revolusi oranye diharapkan bersaing unggul dalam pasar global. Terlebih lagi disaat ini Indonesia tengah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean atau biasa disebut MEA. Kompetisi bisnis dalam MEA dirasakan cukup ketat dengan sejumlah pelaku bisnis asing.


Namun jika disikapi secara positif, MEA akan membuka pintu bisnis yang terintegrasi, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Karenanya, era perdagangan bebas MEA telah menggandeng beragam peluang, sekaligus tantangan kompetitif dalam bisnis internasional.

Pada satu sisi, akses pasar dunia semakin terbuka bagi pelaku usaha dalam negeri. MEA meningkatkan daya tarik investasi, meningkatkan kunjungan wisatawan, memperbaiki fasilitas perdagangan dan bisnis, serta mengurangi biaya transaksi perdagangan.

Pasar Buah Dalam Bisnis Internasional

Oleh karena itu, jangan cepat menciutkan nyali bisnis Anda. Banyak kesempatan membudidaya beragam buah yang potensial ekspornya. Seperti jeruk keprok dan jeruk bali. Durian, mangga, manggis, alpukat, nanas, rambutan, salak, pisang, pepaya, melon, dan semangka. Sedangkan buah komersial yang juga potensial adalah lengkeng, jambu biji, buah naga, dan juga kelapa hijau.

Untuk itu dalam ranah bisnis lokal ke global sangat mutlak dipahami bagaimana peraturan ekspor-impor dapat dijalankan. Antara lain menyangkut bagaimana prosedur administrasi, bea cukai, perlengkapan, hingga prosedur pembayaran.

Namun demikian, adanya ganjalan kualitas pasokan produk dan persoalan teknis bisa sewaktu-waktu menurunkan daya saing dengan pelaku bisnis asing. Bagaimana antisipasinya, simak tips bisnis internasional agar usaha bisnis semakin produktif.


1. Mampu Menginovasi Produk Kreatif

Terbukanya kesepakatan MEA semakin menghidupkan era persaingan bebas. Dengan demikian pelaku usaha dituntut mampu menggenjot produk kreatifnya. Sebisa mungkin punya kualitas unggul dengan harga bersaing. Guna mengantisipasi persaingan ketat dengan negara lain, terlebih lagi pada tingkat ASEAN.

Dalam gerakan revolusi oranye, perkebunan buah akan ditata sesuai kondisi alam pada wilayah tersebut. Selain itu kualitas bibit akan ditingkatkan, agar perkebunan mampu menghasilkan buah dengan kualitas terbaik.

Ya, memang tiada salahnya memanfaatkan spirit persaingan MEA guna menghasilkan produk unggulan. Cermat dalam mengambil peluang sesuai dengan kebutuhan publik luas. Sesuai prioritas target bisnis internasional yang beromzet tinggi.

2. Dukungan SDM dan Teknologi

Menyelami era MEA, keuletan sumber daya manusia (SDM) adalah kunci persaingan dalam menjangkau bisnis internasional. Sebelum mengekspansi bisnis hingga pasar luar negeri, maka pengusaha harus memiliki SDM yang berkomitmen dengan tujuan tersebut. Sehingga, tidak perlu memanggil tenaga asing dari negara lain. Jika pengusaha mampu mendorong kualitas SDM-nya sejurus tujuan bisnis yang digeluti.

Maka, lahan pelatihan bisnis bidang hortikultur perlu diperluas agar kompetensi SDM terus meningkat. Selain memahami sistem berbisnis di negara tujuan eksport, juga membiasakan teknologi produksi dalam iklim kerja sehari-hari.

Teknologi merupakan sarana penting untuk berkompetisi secara tangguh. Mulai dari pengembangkan gagasan untuk menambah kreasi produk, hingga menyusun strategi pemasaran. Pelaku usaha mendorong tenaga kerjanya menghasilkan produk inovatif yang berdaya saing di pasar mancanegara. Selain potongan utuh, buah-buahan dapat diolah menjadi beragam bahan pangan yang siap konsumsi.



3. Prosedur Ekspor-Impor

Pengetahuan bisnis internasional sangat penting untuk membidik pangsa pasar di berbagai negara tujuan. Peraturan serta persyaratan budaya menjadi bahan pertimbangan, dalam identifikasi resiko serta rencana antisipatif yang tepat sasaran.

Dengan demikian, pasokan produk dapat memenuhi permintaan pasar secara konsisten, ketahui prosedur teknis eksor-importnya. Mulai dari administrasi, bea cukai, peralatan dan perlengkapan, hingga bagaimana prosedur pembayaran barang eksport. Sehingga melalui informasi yang cermat, pelaku usaha dapat menemukan calon pembeli yang tepat sasaran. Jika berjalan lancar maka terbuka peluang emas untuk meraih status bisnis internasional yang berprofit global.

4. Memilih Bank Rekanan

Pelaku bisnis harus mempertimbangkan kriteria rekanan bisnis termasuk memilih bank rekanan yang tepat. Carilah bank berjaringan luas yang tidak hanya memiliki produk layanan dan jasa pembiayaan beragam, tetapi juga mampu mengakomodir segala keperluan eksportir dan importir.
Salah satu bank yang menyiapkan fasilitas ini ialah PT Bank Central Asia Tbk.

Dilansir dari Kompas, pada 2015 lalu, BCA menjadi salah satu bank dengan aset terbesar. Untuk memenuhi kebutuhan nasabah akan transaksi bisnis internasional, bank ini menyediakan Trade BCA. Layanan dengan beragam produk transaksi perdagangan domestik maupun luar negeri.

Selain didukung lebih dari 2000 jaringan bank koresponden di seluruh dunia, Trade BCA juga menyiapkan pilihan bertransaksi dalam 14 mata uang asing. Supaya aktivitas ekspor-impor dapat berjalan lebih cepat dan mudah.


Tantangan Bisnis Internasional? Siapa Takut!

Memiliki nama dalam dunia bisnis Internasional menjadi impian setiap pengusaha dalam negeri. Namun tentu saja bukan proses yang mudah dan juga instan. Perjuangan dimulai dengan menaklukkan tantangan pasar domestik. Jika sanggup maka ekspansi bisnis akan berlanjut ke tingkat ASEAN.

Peluang MEA tersebut dapat diraih dengan kerja keras dan ketekunan. Sesuaikan kualitas produk dengan standar mutu di pasaran luar negeri agar tak kalah bersaing. Produk-produk unggulan yang berpotensi ekspor dapat mendatangkan buyer dari berbagai negara. Sehingga pada akhirnya, bukan mustahil meningkatkan level bisnis domestik menuju kelas bisnis internasional.
Sekian ulasannya, selamat mencoba!